Malut.Garudapost.id |Halmahera selatan, Warga Desa Sambiki Anggai, dan warga Tambang Rakyat Kecamatan Obi , Kabupaten Halmahera Selatan, kembali keluhkan pemadaman listrik yang kerap terjadi pada malam hari maupun siang hari (Jumat – 10 /7/2026)
Sejumlah warga menuturkan, pemadaman listrik sering terjadi tanpa pemberitahuan dari pihak PLN. Lampu tiba-tiba padam berjam-jam , bahkan satu hari satu malam tidak menyala, Situasi tersebut membuat warga merasa dirugikan dan mempertanyakan kualitas pelayanan PLN di wilayah laiwui Obi .
Pemadaman listrik pada malam hari hingga siang hari berdampak langsung pada kenyamanan keluarga. Anak-anak kesulitan belajar, sementara warga lanjut usia merasa tidak aman ketika lingkungan sekitar gelap gulita. Beberapa warga mengaku terpaksa menggunakan lampu minyak atau senter sebagai penerangan darurat.
Dampak lainnya dirasakan oleh pelaku usaha Tambang yang beroperasi pada malam hari mapun siang hari Warung, kios, dan usaha rumah kos – kosan terpaksa tutup lebih awal karena tidak adanya listrik. Hal ini berimbas pada penurunan pendapatan masyarakat yang menggantungkan hidup dari usaha skala kecil.
Selain merugikan secara ekonomi, pemadaman listrik juga meningkatkan kekhawatiran warga terhadap keamanan lingkungan. Minimnya penerangan jalan pada malam hari dinilai rawan terhadap kecelakaan maupun tindak kriminal, sehingga warga merasa tidak nyaman untuk beraktivitas di luar rumah.
Warga desa sambiki, warga Tambang Rakyat dan warga Desa Anggai berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut. Mereka meminta adanya perbaikan jaringan serta kejelasan jadwal pemadaman jika memang harus dilakukan perawatan, agar masyarakat dapat bersiap.
Tokoh masyarakat setempat juga mendesak ,PLN agar lebih transparan dan responsif terhadap keluhan warga. Mereka menilai listrik merupakan kebutuhan dasar yang seharusnya dipenuhi secara layak dan berkelanjutan, terlebih di wilayah pedesaan.
Hingga berita ini di terbitkan pihak PLN Laiwui Obi, Masi upaya konfirmasi.
Sumber : wawancara
Editor : Rusdi









