Garudapost.Id | HAL-SEL–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Selatan dibawah Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) telah mendokumentasikan kinerja positif dalam mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD), Hingga 17 Juli 2026, realisasi PAD telah mencapai 58,22 persen atau sekitar Rp32 miliar yang telah disetorkan ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD).
Capaian tersebut disampaikan langsung Kepala Disnakertrans Halmahera Selatan, Dr. Daud Djubedi, SH., LL.M., pada Jumat (24/7/2026). Ia optimistis target PAD tahun 2026 dapat tercapai apabila tren penerimaan terus terjaga hingga akhir tahun.
Menurut Daud, penyumbang terbesar PAD Disnakertrans berasal dari Dana Kompensasi Penggunaan Tenaga Kerja Asing (DKPTKA) yang selama ini dikelola melalui sistem pengawasan, verifikasi, dan validasi secara ketat bersama perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Halmahera Selatan.
ia menegaskan, besarnya penerimaan daerah tersebut bukan diperoleh secara otomatis. Di balik capaian itu terdapat kerja aktif tim teknis Disnakertrans yang secara rutin melakukan pemeriksaan dokumen, pencocokan data tenaga kerja asing, masa berlaku izin, hingga memastikan seluruh kewajiban perusahaan telah dipenuhi sesuai ketentuan.
”Kalau kami hanya menunggu perusahaan menyetor tanpa melakukan verifikasi dan validasi, tentu hasilnya tidak akan sebesar ini. Karena itu kami membangun sistem pengawasan yang memastikan seluruh data benar dan sesuai aturan,” ujar Daud.
Selain meningkatkan penerimaan daerah, langkah tersebut juga dinilai efektif menutup potensi kebocoran pendapatan serta mencegah terjadinya penyimpangan dalam proses pembayaran dana kompensasi penggunaan tenaga kerja asing.
Daud memberikan apresiasi kepada perusahaan-perusahaan yang dinilai kooperatif dalam menyampaikan data dan mendukung proses verifikasi bersama pemerintah daerah. Sinergi tersebut menjadi salah satu faktor penting yang mendorong peningkatan PAD dari sektor ketenagakerjaan.
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang masih dirasakan daerah, Disnakertrans tetap berkomitmen mengoptimalkan seluruh potensi penerimaan. Fokus utama saat ini adalah memastikan target PAD tahun 2026 dapat tercapai sebelum mengejar capaian yang lebih tinggi.
Tak hanya melakukan intensifikasi terhadap sumber pendapatan yang sudah ada, Disnakertrans juga mulai menyiapkan langkah ekstensifikasi dengan mengkaji regulasi untuk membuka sumber PAD baru dari sektor ketenagakerjaan yang memiliki potensi meningkatkan kontribusi terhadap keuangan daerah.
”Yang terpenting saat ini adalah mencapai target terlebih dahulu. Jika nantinya realisasi melampaui target, itu merupakan hasil kerja ekstra seluruh jajaran bersama dukungan perusahaan. Kami akan terus memperkuat sistem agar PAD sektor ketenagakerjaan semakin optimal dan memberi manfaat bagi pembangunan Halmahera Selatan,” tutup Daud. (Red)









