Kapolda Maluku Utara Temui Esau Sidemo, Nelayan yang Bertahan 26 Hari di Tengah Samudra Pasifik

Minggu, 23 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Malut.Garudapost.id |Setelah 26 hari terombang-ambing di tengah luasnya Samudra Pasifik, Esau Sidemo (57) akhirnya kembali ke rumah dan berkumpul bersama keluarganya.

Namun, di balik kepulangannya, tersimpan kisah perjuangan luar biasa. Selama berhari-hari di tengah lautan/ 26 hari, nelayan asal Desa Bido, Kecamatan Pulau Batang Dua, Kota Ternate, itu harus bertahan hidup dengan memanfaatkan apa pun yang tersedia di atas perahunya.

Kisah tersebut mendapat perhatian dari Kapolda Maluku Utara Irjen Pol. Arif Budiman, S.I.K., M.H., dengan mengunjungi dan bertemu langsung di kediaman saudaranya di Kelurahan Tubo, Kota Ternate Utara, Minggu (23/8/2026).

Kunjungan Kapolda bukan hanya untuk memastikan kondisi Esau setelah kembali dari perjalanan panjangnya, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian dan dukungan Polri (Empati) kepada seorang warga yang baru saja melewati salah satu pengalaman paling berat dalam hidupnya.

Di hadapan Kapolda, Esau menceritakan bagaimana dirinya harus berjuang mempertahankan hidup setelah perahu yang digunakannya untuk melaut terbawa arus dan semakin jauh ke tengah laut.

Peristiwa itu bermula pada 7 Juli 2026. Saat sedang melaut, kondisi cuaca dan arus membuat Esau Sidemo kehilangan kendali atas arah perahunya. Ia kemudian terbawa semakin jauh hingga akhirnya berada di tengah Samudra Pasifik.

Sejak saat itu, perjuangan berat dengan alam samudera lautan nyata dimulai. Hari pertama berlalu. Kemudian hari kedua, ketiga, dan seterusnya. Pertolongan tak kunjung datang

Persediaan makanan dan air semakin terbatas. Dalam kondisi tersebut, Esau Sidemo tidak lagi memiliki banyak pilihan. Naluri untuk bertahan hidup membuatnya memanfaatkan apa pun yang masih dapat ditemukan.

Ketika rasa haus semakin menyiksa dan tidak ada air bersih yang dapat diminum, Esau bahkan terpaksa meminum air urine nya sendiri.

Untuk mengatasi rasa lapar, ia memanfaatkan apa yang diberikan laut. Ikan yang tiba-tiba masuk ke dalam perahunya dimakan bahkan burung-burung laut yang berhasil ditangkap juga terpaksa dikonsumsi.

Tidak berhenti di situ. Esau Sidemo juga menemukan buah kelapa yang terbawa arus, meski kondisi kelapa tersebut sudah membusuk hanya tersisa air nya yang busuk masih tetap diminumnya demi mempertahankan hidup.

Dalam situasi normal, mungkin tidak terpikirkan untuk melakukan hal-hal tersebut. Namun, di tengah lautan luas tanpa kepastian kapan pertolongan akan datang, pilihan Esau Sidemo hanya satu yakni melakukan apa pun yang masih mungkin dilakukan agar tetap hidup.

Selama kurang lebih 26 hari, Esau bertahan dalam kondisi penuh keterbatasan. Ia menghadapi rasa lapar dan haus, panas dan dinginnya laut, serta ketidakpastian apakah dirinya akan kembali bertemu dengan keluarganya.

Meski demikian, harapan untuk pulang tidak pernah hilang. Hingga akhirnya mukjizat pertolongan Tuhan Yang Maha Esa , setelah berhari-hari terombang-ambing di tengah lautan, pertolongan yang ditunggu datang.

Esau Sidemo ditemukan oleh kapal kargo LNG Endeavour berbendera Prancis di Samudra Pasifik pada koordinat 07°33.5′ N / 138°59.7′ E.

Awak kapal kemudian mengevakuasi Esau Sidemo dan memberikan pertolongan. Perjalanan panjang yang selama ini hanya diwarnai ketidakpastian akhirnya menemukan titik terang.

Esau selamat. Ia kemudian menjalani penanganan medis di Rumah Sakit China sebelum akhirnya dapat kembali ke Indonesia dan bertemu dengan keluarganya.

Mendengar langsung kisah tersebut, Kapolda Maluku Utara menyebut perjuangan Esau Sidemo sebagai pengalaman luar biasa sekaligus pelajaran penting bagi masyarakat, khususnya para nelayan.

“Beliau (Esau Sidemo) ini terdampar di Samudra Pasifik kurang lebih 26 hari dan masih bisa bertahan hidup sebelum dievakuasi oleh kapal berbendera Prancis,” ujar Arif.

Kapolda mengatakan, berbagai hal yang dilakukan Esau selama berada di tengah laut merupakan bentuk perjuangan dalam kondisi darurat untuk mempertahankan kehidupannya.

“Semua itu terpaksa dilakukan untuk bertahan hidup,” ungkapnya.

Dari pengalaman tersebut, Kapolda mengingatkan seluruh nelayan di Maluku Utara agar tidak mengabaikan keselamatan ketika hendak melaut.

Menurutnya, kondisi cuaca dan gelombang harus menjadi pertimbangan utama. Nelayan juga diharapkan memastikan kondisi kapal, mesin, alat komunikasi, serta perlengkapan keselamatan sebelum berangkat.

“Pesan saya ke semua nelayan, jangan paksakan diri melaksanakan aktivitas melaut jika gelombang tinggi,” tegas Kapolda.

Selain memberikan dukungan moril, Kapolda Maluku Utara bersama jajaran juga menyerahkan bantuan sembako kepada Esau dan keluarganya.

Bantuan tersebut menjadi bentuk perhatian Polri sekaligus dukungan kepada Esau setelah melewati musibah yang menguji fisik dan mentalnya selama hampir satu bulan di tengah lautan.

Esau pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kapolda Maluku Utara, Kapolres Ternate, serta seluruh jajaran Polri atas perhatian yang diberikan kepada dirinya dan keluarga.

“Tidak banyak yang bisa kami sampaikan selain ucapan terima kasih. Bantuan berupa sembako ini merupakan bukti kepedulian Polri terhadap kami,” kata Esau.

26 hari di tengah Samudra Pasifik telah mengajarkan Esau satu hal, ketika semua jalan seolah tertutup, harapan untuk hidup dapat membuat seseorang bertahan lebih jauh dari yang pernah dibayangkan.

Editor : Rusdi

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Polda Maluku Utara dan Ombudsman Tandatangani PKS Penguatan Pengaduan Masyarakat
Ditresnarkoba Polda Malut Ungkap 11 Sachet Sabu, Satu Pelaku Diamankan
Penanganan Medis Mewarnai Kegiatan Safety Riding Tahun 2026 di Makorem 152/Baabullah
Korem 152/Baabullah Gelar Bimbingan Teknis Safety Riding Tahun 2026
Panen Melon Hidroponik, Kapolda Malut Ajak Masyarakat Manfaatkan Lahan Terbatas
Cegah Sejak Dini, Polres Halsel Berikan Edukasi _Bullying_ dan Bahaya Narkoba kepada Pelajar
Peringati Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71, Satlantas Polres Pulau Morotai Salurkan Bantuan Sembako kepada Komunitas Bentor
Ditlantas Polda Malut Gandeng Ojol Bersihkan Trotoar dan Salurkan Sembako

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 06:21

Polda Maluku Utara dan Ombudsman Tandatangani PKS Penguatan Pengaduan Masyarakat

Kamis, 17 September 2026 - 14:52

Ditresnarkoba Polda Malut Ungkap 11 Sachet Sabu, Satu Pelaku Diamankan

Kamis, 17 September 2026 - 08:50

Penanganan Medis Mewarnai Kegiatan Safety Riding Tahun 2026 di Makorem 152/Baabullah

Kamis, 17 September 2026 - 08:48

Korem 152/Baabullah Gelar Bimbingan Teknis Safety Riding Tahun 2026

Rabu, 16 September 2026 - 14:31

Panen Melon Hidroponik, Kapolda Malut Ajak Masyarakat Manfaatkan Lahan Terbatas

Berita Terbaru